Akta Notaris Nomor 10 tahun 1995 dan Nomor 81 Tahun 1999 Terdaftar pada Pengadilan Negeri Nomor 085/PP/YYS/1985 dan Nomor 6/BA/YYS/1999 Jln. Garuda 81 Karangpandan, Pakisaji, Malang 65162 Telp. 0341-802415 / Hp. 0813 3454 9111 / Email: nurjayai@yahoo.com

TUJUAN MELAKUKAN YADNYA



Semua perbuatan tentu memiliki tujuan, tanpa tujuan, ibarat prahu tanpa kendali sehingga terombang-ambing tidak menentu. Begitu pula kita beryajnya tentu kita memiliki tujuan yang pasti, yakni menuju hidup bahagia dan kelepasan.
Didalam Manawa Dharmasastra VI, 35 disebutkan bahwa pikiran (manas) baru dapat ditujukan kepada kelepasan setelah tiga utang kita bayar. Tiga utang itu yang dalam bahasa Sansekerta disbut Tri Rna itu adalah utang moral kepada Tuhan (Dewa Rna), utang kepada orang tua atau leluhur (Pitra Rna) dan untang kepada para Rsi (Rsi Rna).
Dewa Rna Yaitu kesadaran berhutang kepada Tuhan atas Yajna-Nya kepada manusia dan alam semesata ini. Pitra Rna adalah kesadaran berhutang kepada orang tua (Bapak Ibu) dan leluhur atas jasanya yang telah beryajnya menurunkan, memelihara dan mendidik kita dari sejak kandungan sampai kita bisa mandiri.
Rsi Rna adalah kesadaran berhutang kepada para maha Rsi atau orang suci yang beryajnya menyebarluaskan ilmu pengetahuan yakni pengetahuan suci Veda yang di olah, di susun sedemikian rupa menjadi kitab – kitab sastra Agama, sehingga umat lebih mudah memahaminya. Dengan demikian, hanya orang yang bermorallah yang sadar atau merasa memiliki utang itu. Orang yang tak merasa punya hutang dan tidak mau memenuhi kewajiban membayar, tentu akan tengelam dalam lembah kesengsaraan.
Mengapa kita wajib membayar Utang? Sebagai mana disebutkan dalam kitab Bhagawabgita III 10, Rna ( utang) itu muncul justru karena Tuhan telah melakukan yajnya. Sadba Agung itu adalah sebagai berikut
Pada jaman dahulu kala Prajapati menciptakan manusia dengan yajnya dan bersadha; dengan ini engkau akan berkembang biak dan akan menjadi kamadhuk dari keinginanmu. Ayah dan Ibu melahirkan anaknya juga berdasarkan yajnya.
Demikian pula para Rsi mengembangkan dan menyebarluakan Sabdha Tuhan berdasarakan yajnya. Jadi seperti tersinggung tadi, dari tiga yajnya itulah yang menimbulkan Tri Rna.
Untuk membayar tiga jenis untang itulah, kita melakukan Panca Yajnya. Dewa Rna dibayar dengan dewa Yajnya dan Bhuta Yajnya, Yaitu beryajnya kepada Tuhan dan kepada alam semesta ciptaanya.
Pitra Rna dibayar dengan Pitra Yajnya dan Manusia Yajnya. Rsi Rna di bayar dengan Rsi Yajnya. Jadi menurut jadi menurut pengertian ini, panca yajnya dilakukan dengan tujuan untuk membayar utang atau rna, terutama pada masa Grahasta (beumah tangga), barulah pikiran diarahkan untuk mendapat kebebasan abadi atau kelepasan.