Akta Notaris Nomor 10 tahun 1995 dan Nomor 81 Tahun 1999 Terdaftar pada Pengadilan Negeri Nomor 085/PP/YYS/1985 dan Nomor 6/BA/YYS/1999 Jln. Garuda 81 Karangpandan, Pakisaji, Malang 65162 Telp. 0341-802415 / Hp. 0813 3454 9111 / Email: nurjayai@yahoo.com

PHBS DI LINGKUNGAN PURA

MARI KITA TERAPKAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) DI LINGKUNGAN PURA

Tidak bisa kita pungkiri bahwa penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di lingkungan pura – pura umum (tempat persembahyangan umat Hindu) masih ada yang belum sesuai dengan harapan. Di beberapa tempat masih kita saksikan onggokan sampah sisa – sisa persembahyangan yang tidak dibuang pada tempatnya, tidak tersedianya tempat cuci tangan di areal pura dan hewan peliharaan yang masih berkeliaran di lingkungan pura. Hal – hal seperti ini masih perlu mendapat perhatian kita guna menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di tempat-tempat umum termasuk di lingkungan pura.
 Pemerintah memiliki tanggung jawab merencanakan, mengatur, menyelenggarakan, membina dan mengawasi penyelenggaraan upaya kesehatan yang merata, dan terjangkau oleh masyarakat. Namun pemerintah tidak mungkin bekerja sendiri diperlukan peran serta dari berbagai pihak termasuk dunia usaha dan swasta. Demikian pula halnya dengan upaya menggalakkan penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di tempat-tempat umum termasuk di pura, pemerintah juga memerlukan kerjasama dari semua lapisan masyarakat.
          Untuk mewujudkan hal tersebut maka Kementrian Kesehatan mengadakan kerjasama dalam bentuk MOU dengan berbagai Ormas salah satunya dengan Parisada Hindu Dharma Pusat (PHDI) pusat. Kerjasama bersama ini tertuang dalam Kesepakatan Bersama antara Kementrian Kesehatan Republik Indonesia dengan Pimpinan Parisada Hindu Dharma Indonesia Nomor : 1167/menkes/SKB/VIII/2010, Nomor 438/Parisada Pusat/VIII/2010 tentang Peningkatan Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat pada tanggal 20 Agustus 2010.
          Tujuan kerjasama ini adalah meningkatkan upaya promosi kesehatan dan pemberdayaan masyarakat dalam mewujudkan kemandirian masyarakat untuk hidup bersih dan sehat. Meliputi bidang Kesehatan Ibu dan Anak, Keluarga Sadar Gizi,Kesehatan Reproduksi, Kesehatan Usia Lanjut, Pengendalian Penyakit Menular dan Penyakit Tidak Menular, Pembinaan Perilaku Hidup bersih dan Sehat (PHBS) di berbagai tatanan, pembinaan Desa Siaga, Pembinaan Daerah Bermasalah Kesehatan serta Promosi Kesehatan di RS.
          Kerjasama ini merupakan inisiasi kemitraan dengan berbagai kelompok potensial untuk membangun komitman dan kerjasama aktif dalam pembangunan kesehatan khususnya bidang promosi kesehatan dan pemberdayaan masyarakat dalam mencapai misi Kementrian Kesehatan serta tujuan Millenium development Goals (MGDs). Kemitraan dalam pembangunan kesehatan telah diatur dalam UU No.36 tahun 2009 tentang Kesehatan yaitu setiap orang berkewajiban ikut mewujudkan, mempertahankan dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya.
          Ruang lingkup kerjasama yang dilakukan dengan antara Kemenkes RI dengan PHDI adalah di bidang kesehatan Ibu dan Anak, Keluarga Sadar Gizi, Pencegahan Penyakit Menular dan Tidak menular, PHBS di berbagai tatanan, UKBM, penguatan kelompok berbasis agama, Desa Siaga, Usaha Kesehatan Pesraman, Kesehatan Reproduksi, Pembinaan Usila, Penyebarluasan pesan-pesan kesehatan, PKRS, Promkes di daerah terpencil dan Promkes di daerah yang bermasalah.
          Khusus untuk lingkup kerjasama dalam bidang PHBS di tempat ibadah (pura), rumah tangga dan kesehatan lingkungan telah dilakukan pembinaan ke sejumlah pura dan lingkungan sekitar pura di sembilan kabupaten/ kota di Bali pada tanggal 3 – 5 November 2012. Pembinaan dilakukan dengan mengajak lintas sektor terkait yaitu Dinas Kesehatan Kabupaten/ Kota, Dinas kesehatan Provinsi dan puskesmas disamping melibatkan PHDI wilayah. Pembinaan ini merupakan pembinaan tahap ketiga dari pembinaan – pembinaan yang telah dilakukan sebelumnya.
          Perilaku Hidup Bersih dan Sehat pada aspek skala rumah tangga dapat digambarkan sebagai keberhasilan dan kesehatan lingkungan, kebersihan dan kesehatan diri perlu dijaga karena dengan badan bersih dan sehat manusia dapat melaksanakan catur Purusa Artha. Menjaga kebersihan, kesehatan dan kesucian badan dalam ajaran Yoga Sutra Patanjali disebut Sauca yaitu suci lahir batin melalui keberhasilan dan kesehatan badan serta kesucian bathin. Hal ini sejalan dengan tujuan melakukan PHBS di pura yaitu menciptakan lingkungan pura yang bersih dan sehat melalui pemberdayaan umat dengan meningkatkan pengetahuan, sikap dan perilaku umat Hindu dalam menerapkan PHBS.
          Penerapan PHBS di pura dilakukan dengan cara : mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir, menggunakan jamban sehat, membuang sampah pada tempatnya, tidak merokok dan tidak mengkonsumsi narkoba di pura, tidak meludah sembarangan, memberantas jentik nyamuk, menjaga kebersihan lingkungan, mencegah hewan berkeliaran di pura, penggunaan air bersih, persiapan dan penyimpanan tirta dengan baik serta penyediaan sesajen yang bersih dan segar.
          Untuk mewujudkan hal tersebut perlu dilakukan kerjasama yang baik antara berbagai sektor terkait terutama dalam penyediaan sarana untuk melakukan PHBS tersebut. Sebagai tindak lanjut dari kegiatan tersebut telah dilaksanakan melalui model pembinaan pada instansi percontohan dimasing masing kabupaten yaitu pura dan pesraman. Disamping melakukan pembinaan juga didistribusikan paket implementasi PHBS yang terdiri dari paket alat – alat kebersihan dan media promosi kesehatan.
          Kegiatan pengembangan model percontohan ini telah dilaksanakan selama tiga tahun terakhir dan akan berakhir pada tahun ini. Untuk selanjutnya kegiatan pembinaan PHBS di pura dan pesraman ini akan dilanjutkan oleh kabupaten/ kota dan provinsi, tentunya dengan melibatkan berbagai lintas sektor yang terkait. Dukungan untuk kegiatan ini sangat diperlukan baik dalam bentuk dukungan komitmen maupun dukungan dana.
          Diharapkan melalui jejaring kemitraan antara PHDI dengan kementrian Kesehatan khususnya Promosi Kesehatan, maka umat Hindu diharapkan dapat hidup damai dan harmonis menjaga lingkungan dan ciptaan Tuhan lainnya berdasarkan Tri Hita Karana. (Seksi Promkes)
sumber http://www.diskes.baliprov.go.id

Tidak ada komentar: